Budaya Sekolah

 Budaya sekolah

1.Pengertian budaya sekolah
Budaya adalah apa yang dilakukan orang lain dan apa arti tindakan mereka budaya adalah Gaga dan kepentingan, nilai-nilai dan sikap yang disumbangkan oleh kelompok perilaku merupakan cerminan budaya dan kepimpinan budaya sekolah merupakan ciri khas , karakter atau watak ,dan citra sekolah tersebut di masyarakat luas.

Sekolah merupakan sesuatu organisasi yang memiliki budaya tersendiri yang dibentuk dan di pengerahui oleh nilai-nilai,persepsi kebiasaan dan kebijaksanaan pendidikan.

Budaya 
Secara etimologis pengertian budaya (culture) berasal dari kata latin colere (Daryanto: 
2015:1), yang berarti membajak tanah, mengolah, memelihara ladang (Poespowardojo, 1993). 
Namun pengertian yang semula agraris lebih lanjut diterapkan pada hal-hal yang lebih rohani 
(Langeveld, 1993). Selanjutnya secara terminologis pengertian budaya menurut Montago dan 
Dawson (1993) merupakan way of life (Daryanto: 2015:1), yaitu cara hidup tertentu yang 
memancarkan identitas teretentu pula dari suatu bangsa. Kemudian an dari pola 
perilaku yang dikirimkan melalui kehidupan sosial, seni, agama, kelembagaan dan segala 
(Ahmadi; 2004:56). Yaitu bentuk jamak dari buddhi yang berarti budi atau akal. Pendapat lain 
mengatakan, bahwa kata budaya adalah sebagai suatu perkembangan dari kata majemuk : 
budi daya, yang berarti daya dari budi. Karena itu mereka membedakan antara budaya dan 
kebudayaan. Budaya adalah daya dari budi yang berupa cipta, karsa dan rasa, sedangkan 
kebudayaan adalah hasil dari cipta, karsa dan rasa tersebut. Secara prinsipil kebudayaan itu 
adalah hasil usaha manusia, baik hasil berupa material maupun spiritual dan bahwa 
kebudayaan itu adalah milik dan warisan sosial, kebudayaan itu terbentuk dalam dan dengan 
interaksi sosial dan diwariskan kepada generasi mudanya dengan jalan enkulturasi atau 
pendidikan. 
Budaya menurut Ki Hajar Dewantara manusia membudaya itu maksudnya untuk 
keselamatan dan kebahagiaan manusia dalam hidup perjuangannya. Didalam masyarakat,Budaya sekolah/madrasah, selalu dibangun oleh pikiran-pikiran individu yang ada 
didalamnya. Pikiran individu yang paling besar porsi pengaruhnya adalah pikiran pemimpin 
(Muhaimin; 2011:52). (kepala sekolah). Kepala sekolah/madrasah dengan berbagai 
wewenang yang dimilikinya tentu memiliki kesempatan untuk menyumbangkan lebih banyak 
pikiran individunya dalam pikiran organisasi dibandingkan dengan individu lainnya, sehingga 
ia berkesempatan untuk menanamkan nilai-nilai baik dalam jumlah yang lebih banyak ke 
dalam budaya sekolah/madrasah. 
Mengapa nilai-nilai memengaruhi keunggulan sekolah/madrasah? (Muhaimin; 
2011:53). Karena nilai-nilai memengaruhi cara bertindak seseorang. 

2.Karakteristik Budaya Sekolah 


Budaya sekolah diharapkan memperbaiki mutu sekolah, kinerja di sekolah dan mutu 
kehidupan yang diharapkan memiliki ciri sehat, dinamis atau aktif, positif dan profesional. 
Budaya sekolah yang sehat memberikan peluang sekolah dan warga sekolah yang berfungsi 
secara optimal, bekerja secara efisien, energik, penuh vitalitas, memiliki semangat tinggi, dan 
akan mampu terus berkembang. Oleh karena itu, budaya sekolah ini perlu dikembangkan. 
Budaya sekolah merupakan milik kolektif dan merupakan hasil perjalanan sejarah 
sekolah, produk dari interaksi berbagai kekuatan yang masuk ke sekolah. Sekolah perlu 
menyadari secara serius keberadaan aneka budaya sekolah dengan sifat yang ada: sehat-tidak 
sehat; kuat-lemah; positif-negatif; kacau-stabil, dan konsekuensinya terhadap perbaikan 
sekolah.
Nilai-niali dan keyakinan tidak akan hadir dalam waktu singkat. Mengingat pentingnya 
sistem nilai yang diinginkan untuk perbaikan sekolah, maka langkah-langkah kegiatan yang 
jelas perlu disusun untuk membentuk budaya sekolahSegenap warga sekolah perlu memiliki 
wawasan bahwa ada unsur kultur yang bersifat positif, negatif, netral. Dalam kaitannya 
dengan visi dan misi sekolah mengangkat persoalan mutu, moral, dan multikultural; sekolah 
harus mengenali aspek-aspek kultural yang cocok dan menguntungkan, aspek-aspek yang 
cenderung melemahkan dan merugikan, serta aspek-aspek lain yang cenderung netral dan tak 
terkait dengan visi dan misi sekolah. 

Komentar