EVALUASI PENDIDIKAN
A. Evaluasi
evaluasi merupakan sebuah kegiatan atau koreksi hal-hal yang telah terjadi atau dilakukan selama pembelajaran yang telah berlangsung. Atau dalam kata dengan kata lain merupakan sebuah kegiatan mereka ulang untuk mengetahui hal-hal penting baik yang berupa kelebihan maupun kekurangan yang terjadi pada kegiatan pembelajran yang telah berlangsung dengan harapan agar melakukan yang terbaik pada saat kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan nantinya.
B Kedudukan evaluasi dalam pembelajaran
Kata dasar “pembelajaran” adalah belajar. Dalam arti sempit pembelajaran dapat diartikan sebagai suatu prosesatau cara yang dilakukan agar seseorang dapat melakukan kegiatan belajar sedangkan suatu proses perubahan tingkah laku karena interaksi individu dengan lingkungan dan pengalaman. Dalam arti luas, pembelajaran adalah suatu proses atau kegiatan yang sistematis , yang bersifat interaktif dan komunikatif antara pendidik (guru) dengan peserta didik, sumber belajar dan lingkungan untuk menciptakan suatu kondisi yang memungkinkan terjadinya tindakan belajar peserta didik , baik di kelas maupun di luar , dihadiri oleh guru secara fisik atau tidak untuk menguasai kompetensi yang telah ditentukan.
Berdasarkan rumusan di atas, ada beberapa hal yang perlu dijelaskan lebih lanjut yaitu:
1. Pembelajaran adalah suatu program. Artinya , didalam pembelajaran terdapat berbagai komponen, antara lain tujuan, materi, media, evaluasi, pelatihan, lingkungan dan guru yang saling berinteraksi dan keseimbangan satu sama lain serta berlangsung secara terencana dan sistematis.
2. Setelah pembelajaran berlangsung, tentu guru perlu mengetahui keefektifan dan efisiensi semua komponen yang ada dalam proses pembelajaran. Untuk itu guru harus melakukan evaluasi pembelajaran. Oleh karena itu, guru sebagai “figur sentral”, harus mampu menetapkan strategi pembelajaran yang tepat, sehingga dapat mendorong perbuatan belajar peserta didik yang aktif, produktif dan efisien.
3. Pembelajaran bersifat interaktif dan komunikatif. Interaktif artinya kegiatan pembelajaran, merupakan kegiatan yang bersifat multiarah antara guru,peserta didik,sumber belajar,dan lingkungan yang saling mempengaruhi, tidak didominasi oleh satu komponen saja. Sedangkan komunikatif sifat bahwa sifat komunikasi antara peserta didik dengan guru atau sebaliknya, peserta didik dan sesama guru harus dapat saling anggota dan menerima serta memahami. Guru menggunakan bahasa yang runtut, atraktif, mudah dijangkau, dan dapat mengundang antusiasme peseta didik untuk memperhatikan dan menyimak materi pelajaran.
4. Dalam proses pembelajaran, guru dapat menciptakan kondisi-kondisi yang memungkinkan terjadinya kegiatan belajar peserta didik. Kondisi-kondisi yang dimaksud antara lain: member tugas, mengadakan diskusi, Tanya jawab, mendorong siswa untuk berani mengemukakan pendapat, termasuk melakuakan evaluasi atau penilaian.
5. Proses pembelajaran agar guru dapat mencapai tujuan pembelajaran dan peserta didik dapat menguasai kompetensi yang diterapkan. Untuk mengetahui sejauh mana peserta didik mencapai tujuan pembelajaran atau menguasai kompetensi tertentu, maka guru perlu melakukan tindakan evaluasi.
Sebagaimana telah dikemukakan di atas, salah satu komponen pembelajaran adalah evaluasi. Begitu juga dengan prosedur pembelajaran, salah satu langkah yang harus dicapai adalah evaluasi guru. Dengan demikian, dilihat dari berbagai konteks pembelajaran evaluasi memiliki kedudukan yang sangat penting dan strategi karena evaluasi merupakan suatu bagian yang tidak terpisahkan dari pembelajaran itu sendiri.
C. Tujuan Evaluasi
Secara umum evaluasi bertujuan untuk melihat sejauh mana suatu program atau suatu kegiatan tertentu dapat mencapai tujuan yang telah ditentukan. Karena menurut Reece dan Walker terdapat beberapa alasan mengapa evaluasi harus dilakukan, yaitu:
1. Memperkuat kegiatan belajar
2. Menguji pemahaman dan kemampuan siswa
3. pengetahuan prasyarat yang sesuai
4. Mendukung terlaksanakannya kegiatan pembelajaran
5. Memotivasi siswa
6. Memberi umpan balik bagi siswa
7. Memberi umpan balik bagi guru
8. Memelihara standar mutu
9. Mencapai kemajuan proses dan hasil belajar
10. Memprediksi kinerja pembelajaran selanjutnya
11. Menilai kualitas belajar
Sebagai bagian dari proses pembelajaran, selain evaluasi pembelajaran harus dilaksanakan sesuai dengan prinsip-prinsip evaluasi, juga harus memperhatikan komponen-komponen pembelajaran lainnya. Ketidaktepatan di dalam evaluasi tidak hanya menyebabkan kurang serasinya pelaksanaan proses pembelajaran, tetapi juga berakibat pada kinerja belajar siswa. Dengan demikian maka evaluasi harus dilakukan secara benar. Reece dan Walker mengemukakan bahwa dengan melaksanakan evaluasi belajar dengan sedikitnya memungkinkan kita untuk; (1) mengukur kompetensi atau kapabilitas siswa, (2) menentukan tujuan mana yang belum direalisasikan, (3) merumuskan peringkat siswa dalam hal kesuksesan mereka dalam mencapai tujuan yang telah disepakati,
D. Prinsip-prinsip umum evaluasi
Untuk hasil evaluasi yang lebih baik,maka dari evaluasi evaluasi harus bertitik tolak dari prinsip-prinsip umum sebagai berikut.
1. Kontinuitas
Evaluasi tidak boleh dilakukan dengan cara insidental karena pembelajaran itu sendiri adalah suatu proses yang kontinu. Oleh sebab itu, evaluasi pun harus dilakukan secara kontinu.hasil yang diperoleh pada suatu waktu harus selalu berhubungan dengan hasil-hasil pada sebelumnya,sehingga dapat diperoleh gambaran yang jelas dan berarti tentang perkembangan peserta didik. Perkembangan belajar peserta didik tidak dapat dilihat dari dimensi produk saja,tetapi juga dimensi proses bahkan dari dimensi input.
2. Komprehensif
Dalam melakukan evaluasi terhadap suatu objek, guru harus mengambil seluruh objek sebagai evaluasi. Misalnya, jika evaluasi itu adalah peserta didik, maka seluruh aspek kepribadian peserta didik itu harus, baik yang menyangkut aspek kognitif, maupun psikomotor, begitu juga dengan objek-objek evaluasi yang lain.
3. Adil dan objektif
Dalam melaksanakan evaluasi, guru harus berlaku adil tanpa pilih kasih. Kata “adil” dan “objektif” memang mudah diucapkan, tetapi sulit dilaksanakan. Meskipun demikian, kewajiban manusia adalah harus berikhtiar. Semua peserta didik harus diberlakukan sama tanpa “pandang bulu“. Guru juga bertindak secara objektif, apa adanya sesuai dengan kemampuan peserta didik. Oleh sebab itu, sikap suka dan tidak suka , perasaan, keinginan, dan perubahan yang bersifat negatif harus dijauhkan. Evaluasi harus berdasarkan atas kenyataan (data dan fakta) yang sebenarnya, bukan hasilmanipulasi atau rekayasa.
4. kooperatif
Dalam evaluasi guru bekerja sama dengan semua pihak,seperti orang tua peserta didik,sesame guru,sekolah,termasuk dengan peserta didikitu sendiri. hasil ini agar semua pihak merasa puas dengan evaluasi dan pihak-pihak tersebut merasa dihargai.
5. Praktis
Praktis berisi arti yang mudah digunakan, baik oleh guru itu sendiri yang menyusun alat evaluasi maupun orang lain yang akan menggunakan alat tersebut. Untuk itu harus diperhatikan bahasa dan petunjuk mengerjakan soal.
E. Jenis-jenis evaluasi pembelajaran
Berikut ini beberapa bentuk evaluasi pembelajaran yang biasa dilakukan dalam kegiatan pembelajaran;
1. Evaluasi Formatif
Evaluasi formatif seringkali diartikan sebagai evaluasi yang dilakukan pada setiap akhir pembahasan pokok bahasan. Tujuan utamanya adalah untuk mengetahui sejauh mana suatu proses pembelajaran telah berjalan sebagaimana yang direncanakan. Winkel menyatakan bahwa yang dimaksud evaluasi formatif adalah penggunaan tes-tes selama pembelajaran yang masih berlangsung, agar siswa dan guru memperoleh informasi (feedback) mengenai kemajuan yang telah dicapai.
Dari hasil evaluasi ini akan memperoleh gambaran siapa saja yang telah berhasil dan siapa yang dianggap belum berhasil untuk selanjutnya diambil tindakan-tindakan yang tepat. Tindak lanjut dari evaluasi ini adalah bagi para siswa yang belum berhasil, anak akan diberikan remidial. Sementara bagi siswa yang telah berhasil akan melanjutkan pada topik berikutnya, bahkan bagi mereka yang memiliki kemampuan yang lebih akan diberikan pengayaan, sehingga memungkinkan untuk mencapai standar yang lebih tinggi.
2. Evaluasi Sumatif
sumatif adalah evaluasi yang dilakukan pada setiap akhir satu waktu yang di dalamnya tercakup lebih dari satu pokok bahasan, dan evaluasi untuk mengetahui sejauh mana peserta didik telah dapat berpindah dari suatu unit ke unit berikutnya. Winkell mendefinisikan evaluasi sumatif sebagai penggunaan tes-tes pada akhir suatu periode pengajaran tertentu, yang meliputi beberapa atau semua unit pelajaran yang diajarkan dalam satu semester, bahkan setelah selesai pembahasan suatu bidang studi.
3. Diagnotik
Evaluasi diagnostik adalah evaluasi yang digunakan untuk mengetahui kelebihan-kelebihan dan kelemahan-kelemahan yang ada pada siswa, sehingga dapat diberikan perlakuan yang tepat. Evaluasi diagnostik dapat dilakukan dalam beberapa tahapan, baik pada tahap awal, selama proses, maupun akhir pembelajaran.
Komentar
Posting Komentar